Sunday, April 30, 2017

Sandiaga Uno Harapkan Kondusif Buruh May Day

Buruh Akan May Day, Sandi: Kita Harapkan Kondusif



Jakarta - Para buruh akan menggelar aksi dalam peringatan Hari Buruh Internasional yang diperingati 1 Mei besok. Wakil Gubernur DKI terpilih, Sandiaga Salahuddin Uno mengharapkan aksi ini berjalan kondusif.

"Ya kita harapkan berlangsung secara kondusif, dan tuntutan dari rekan-rekan buruh untuk kesejahteraan diperbaiki," kata Sandi saat ditemui, di Is Plasa, jalan Pramuka Kavling 151, Jakarta Timur, Minggu (30/4/2017).



Sandi juga mengatakan aspirasi dari para buruh harus ditangkap. Karena pemerintah harus menjadi sebuah fasilitas untuk diskusi.

(Dibaca Juga Polri Minta Aksi Buruh Saat May Day Dimaknai Suka Ria)

"Harus kita tangkap apa aspirasi, dan pemerintah harus mampu menjadi fasilitas dan mediator, menjadi sebuah lokomotif agar diskusi menghasilkan program-program yang menghasilkan lapangan kerja," ujarnya.



Menurut Sandi, peranan buruh itu sangat penting, tanpa buruh mustahil sebuah usaha dapat berjalan. Sandi juga menginginkan agar buruh mempunyai daya saing yang baik.

"Tanpa buruh itu mustahil, yang kita inginkan bagaimana mereka lebih berdaya saing, ya kita adakan training, dan juga kegiatan-kegiatan yang juga profesional dari SDM-nya," tutupnya.


VipBandarQ

Polri Minta Aksi Buruh Saat May Day Dimaknai Suka Ria



Jakarta - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto meminta peringatan hari buruh Internasional atau May Day dilakukan dengan suka cita. Selain itu, momentum May Day juga harus menjadi refleksi perjuangan buruh.

"Intinya kita berharap 1 Mei dimaknai hari buruh, hari suka cita, dan suka ria. Tetapi juga harus menjadi momentum refleksi sudah sejauh mana buruh berjuang buruh berkarya," Irjen Setyo dalam diskusi tentang buruh di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya No 31, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2017).

Menurutnya, beberapa perusahaan pindah ke luar negeri karena tidak bisa memenuhi tuntutan buruh. Padahal pemerintah sudah mengeluarkan Peraturan Pemerintah Nomor 78/2015 tentang Pengupahan.

"Oleh sebab itu hari buruh mengajukan tuntutan bisa diseimbangkan dengan kemampuan perusahaan. Tadi pagi Menaker (Hanif Dhakiri) sudah menyampaikan bahwa PP 78 sudah mengakomodir setiap tahun ada kenaikan UMP maupun UMR sekitar 5 persen, walaupun 5 persen bukan merupakan mutlak dari peran buruh tetapi dari berbagai komponen sehingga meningkatnya laju pertumbuhan ekonomi," kata dia.

Dia berharap saat May Day tuntutan buruh tidak merugikan perusahaan. Kemudian, partai politik tak memanfaatkan momentum hari buruh sebagai kepentingan pribadi.

"Ketika menuntut, tuntutan tidak sampai bahkan akan mengakibatkan perusahaan meninggalkan Indonesia itu akan merugikan kita sendiri. Sekali lagi kiranya teman buruh lebih memaknai 1 Mei hari buruh sebagai memahami refleksi dan meningkatkan kerja untuk menghadapi tantangan ke depan. Semoga dari parpol juga tidak memanfaatkan momentum untuk kepentingan pribadi dan masing-masing," tutup dia.

VipBandarQ

KPU Tetapkan Gubernur Terpilih 5 Mei, Jika Tidak Ada Gugatan ke MK


Jika Tak Ada Gugatan ke MK, KPU Tetapkan Gubernur Terpilih 5 Mei



Jakarta - Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI akan mengesahkan pasangan calon yang unggul dalam penghitungan rekapitulasi suara. Jika tidak ada gugatan keberatan dari tiap paslon maka pengesahan pasangan Gubernur dan Wagub DKI itu akan dilangsungkan Mei nanti.
                                      

"Kalau selama tiga hari itu tidak ada keberatan ke MK maka KPU akan sahkan gubernur-wakil gubernur terpilih pada hari Jumat, tanggal 5 Mei," kata Ketua Sumarno usai acara rekapitulasi di Hotel Aryaduta, Jalan Prajurit KKO Usman dan Harun, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu (30/4/2017).

Sumarno menyebut tanggal 5 Mei dipilih karena hari kerja baru terhitung pada Selasa (2/5). Sehingga, ada waktu tiga hari kerja pada 2-5 Mei bagi tim paslon mengajukan gugatan ke MK.

Sumarno mengatakan, berdasarkan UU 10/2016 tentang Pilkada, untuk provinsi yang berpenduduk 6-12 juta paling banyak selisih suara yang dapat dibawa ke MK sebesar satu persen. Sementara selisih suara antara Ahok-Djarot dan Anies-Sandi lebih dari itu.



"Tapi kalau ada gugatan ke MK kita akan sesuaikan ke MK. Walaupun memang ada ketentuan di dalam UU bahwa perselisihan suara untuk DKI Jakarta, itu selisihnya paling banyak 1 persen. Tadi selisihnya sekitar 16 persen," ucap dia.

Sumarno mengatakan, KPU punya langkah antisipasi bila ada paslon yang mengajukan gugatan. KPU siap menghadapi jika ada gugatan dengan menyiapkan berkas-berkas.

"Ya KPU harus mengantisipasi. Kita menyiapkan berkas. Kalau di MK kan pembuktian ya dokumen-dokumen yang diberikan," tuturnya.



Dikonfirmasi terpisah, Wakil Ketua Tim Pemenangan Anies-Sandi, M Taufik mengatakan pihaknya tidak akan mengajukan gugatan ke MK.

"Nggak (ajukan gugatan) dong. Untuk apa? Masak menang ke MK?" kata politikus Partai Gerindra ini di lokasi yang sama.

Seperti diketahui dalam rapat pleno terbuka rekapitulasi suara pasangan nomor 2, Ahok-Djarot, memperoleh jumlah suara sebanyak 2.350.366. Sedangkan paslon nomor 3, Anies-Sandi, unggul dengan suara 3.240.987.

Dari hasil tersebut persentase raihan suara untuk Ahok-Djarot memperoleh suara dukungan sebesar 42,04 persen. Sementara Anies-Sandi mendapatkan suara sebesar 57,96 persen.

VipBandarQ

PPP DKI: Pilkada Menghasilkan yang Terbaik untuk Warga Jakarta



Jakarta - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menyelenggarakan peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW di Kantor DPC PPP, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Para warga Jagakarsa dan kader PPP melakukan Istigasah dan zikir bersama.

Ketua DPW PPP DKI Jakarta, Abdul Aziz mengaku bersyukur Pilkada DKI putaran kedua sudah selesai pada 19 April kemarin. Dia berharap pilihan warga DKI terhadap Cagub DKI yang terbaik.

"Pertama bersyukur peringatan Isra Mikraj hari ini kita baru saja melewati momentum penting buat masyarakat DKI, kita syukuri itu sudah selesai dengan baik, dan menghasilkan yang terbaik semoga berkah bagi warga DKI," kata Abdul Aziz saat sambutan di Kantor DPC PPP Jakarta Selatan, Jalan Jagakarsa, Jakarta Selatan, Minggu (30/4/2017).


Menurutnya, tugas yang dilakukan kader PPP terhadap Pilkada DKI tak mudah. Namun momentum Pilkada DKI berjalan dengan aman. 

"Secara khusus mengucapkan syukur karena perjalanan tugas diberikan kami sudah selesai dengan baik. Bukan tugas mudah menjalankan tugas ini, bukan tugas ringan untuk dijalankan," ujar dia.


Lanjut dia, saat Pilkada DKI warga DKI sempat terpecah belah, namun peringatan Isra Miraj masyarakat bersatu kembali. Oleh sebab itu, PPP masih dipercayai oleh konstituen dan warga DKI

"Demikian hari ini ditempat ini berusaha bukan saja menyatukan kepingan yang sempat tercerai berai, terbukti PPP di Jakarta selatan tak seperti diperkirakan masih dicintai rakyatnya dan konstituennya," tutup dia.

Acara ini dihadiri Habib Fahmi Assegaf, Ketua umum DPP PPP Romahurmuziy dan kader PPP. Warga Jagakarsa juga terus berdatangan untuk menghadiri acara ini.

VipBandarQ

Tak Ikut Aksi, SPSI Tangerang Rayakan May Day dengan Memancing

Kapolresta Tangerang Kombes Asep Edi Suheri dan Ketua SPSI Tangerang Ahmad Supardi

Tangerang - Para buruh yang tergabung dalam Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di Kabupaten Tangerang memilih tak merayakan May Day dengan unjuk rasa. Mereka memilih merayakannya dengan memancing.

Tercatat ada 200.000 buruh yang tergabung ke dalam SPSI Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Tangerang Selatan). Ketua SPSI Tangerang Ahmad Sipriadi mengatakan, hanya sebagian saja yang ikut aksi di Jakarta.

"Jadi berkaitan dengan May Day tahun 2017 ini sepertinya animo yang akan bergerak itu adalah yang ada di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang. Di Kabupaten Tangerang, karena memang ada beberapa kegiatan yang sudah di-arrange oleh SPSI Tangerang berupa pertandingan olahraga yang ditutup tanggal 1 Mei dengan kegiatan mancing, sehingga konsentrasi kita di mancing mania," jelas Ahmad di Mapolresta Tangerang, Minggu (30/4/2017).

Rangkaian peringatan hari buruh sedunia itu sudah digelar oleh SPSI Tangerang sejak tanggal 22 Maret-24 April lalu yang diisi dengan sejumlah perlombaan. Peringatan Hari Buruh akan ditutup pada Senin 1 Mei dengan kegiatan memancing ikan.

Ahmad yang juga Anggota DPRD Tangerang Fraksi PDIP itu melanjutkan, akan banyak keseruan dalam peringatan May Day kali ini. Pihaknya merancang peringatan May Day dengan kegiatan yang lebih bermanfaat dan lebih suka cita.

"Dan infonya panitia sudah menyiapkan banyak ikan yang besar-besar, dari Kapolres (Kombes Pol Asep Edi Suheri) juga ada 10 ekor kambing sebagai hadiah perlombaan, Kapolres juga ikut menyumbang," kata dia.

"Ada juga ikan yang dikasih pita. Yang kalau mancing dapat ikan yang pakai pita itu ada hadiah yang lumayan cukup membahagiakan para pekerja," lanjutnya.

Tak Banyak Orasi
Meski demikian, sejumlah anggota SPSI terutama yang di Tangerang Selatan dan Kota Tangerang, tetap akan mengikuti aksi di Jakarta esok. Ahmad mengatakan, ada sekitar 20 orang perwakilan dari SPSI yang berangkat ke Jakarta.

"SPSI (yang berangkat ke Jakarta ) itu juga enggak banyak karena hanya perwakilan saja, pengurus-pengurusnya saja sama ada rombongan yang membawakan kesenian daerah oleh 20 orang perwakilan," ujarnya.

Ia katakan, SPSI yang berada di bawah organisasi serikat buruh induk KSPSI (Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) di bawah pimpinan Andi Gani Nowawea ingin mengubah pandangan tentang May Day. Menurutnya, May Day tidak melulu harus dirayakan dengan menggelar aksi dan orasi.

"Untuk May Day 2017 ini kami tidak memperbanyak orasi, atau tidak menyuarakan tuntutan-tuntutan yang sebenarnya. Tuntutan itu sudah sering kemudian kami sampaikan tapi kami ingin jadikan May Day tahun ini seperti hiburan rakyat. Seperti teman-teman dari daerah lain yang datang ke Jakarta itu akan menunjukkan keseniannya, ada tari tarian, membaca puisi dan sebagainya yang notabene lebih kepada entertaintnya dari pada tuntutannya," paparnya.

Untuk itu, SPSI kali ini ingin betul-betul dirayakan dengan penuh kegembiraan. "Lebih kepada celebrate, merayakan. Namanya celebrate kan merayakan, karena kalau bicara menuntut, filosofi perjuangan kami menuntut itu tidak harus nunggu tanggl 1 Mei, we make May Day everyday," sambungnya.

Meski ada sebagian massanya yang akan ikut berorasi di Jakarta, namun Ahmad memastikan massa buruh akan tertib. "Insya Allah aman. Karena kami ingin may day ini lebih kepada celebrate, dan tetap dalam rangka menjaga keutuhan NKRI, tidak mengganggu siapa pun dan tetap dalam keadaan kondusif. Prinsip kami di situ," tandasnya.

VipBandarQ

Saturday, April 29, 2017

Berita Masih Hangat Tentang Karangan Bunga Pak Ahok-Djarot

Inilah Empat Sosok di Balik Karangan Bunga Untuk Ahok-Djarot


Jakarta, VipBandarQ – Tidak banyak yang mengetahui siapa yang memulai gerakan mengirimkan bunga ucapan terima kasih untuk Ahok-Djarot tapi baik Jappy M. Pellokila, Todora Radistic, Roostien Ilyas, dan Susi Karina memulai langkah itu sebagai bentuk dukungan moril untuk Ahok-Djarot.
Jappy M. Pellokila adalah founder dan perintis grup Indonesia Hari Ini (IHI), sedangkan Todora Radistic adalah Ketua Relawan Cinta Ahok (RCA), dan Roostien Ilyas adalah anggota IHI yang kemudian turut bergabung Susi Karina dari Gerakan Damai Nusantara.
Jappy M. Pellokila di Jakarta, Kamis (27/4), mengatakan ide untuk mengirimkan bunga kepada Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat, awalnya dimaksudkan sebagai dukungan moril kepada Ahok dan Djarot dari para pendukungnya.
“Kita berencana ramai-ramai kirim bunga papan ke Balai Kota, buat Pak Ahok dan Pak Djarot. Untuk mengungkapkan rasa terima kasih kita terhadap usaha dan kerja Pak Ahok selama menjabat, ucapan semangat, dan kebanggaan kita pada beliau,” kata Jappy.
Ia menambahkan, para pendukung Ahok di lapangan sangat bangga, meskipun Ahok kemudian gagal kembali terpilih sebagai Gubernur DKI.
“Jadi kami secara pribadi maupun kolektif secara serentak sepakat untuk mengirimkan bunga pada 26 April 2017 sebagai bentuk simpati dan dukungan moril kami,” katanya.
Pada awalnya rencana untuk ramai-ramai mengirimkan bunga tersebut disebarkan secara terbatas di grup whatsapp IHI.
Roostien menghubungi Jappy yang kemudian berkoordinasi dengan Todora dan Susi, setelah itu keempatnya menyebarkan rencana tersebut di grup media sosial mereka.
Jappy pun tidak menyangka jika pada akhirnya kiriman karangan bunga tersebut mencapai ribuan dan memenuhi kawasan Balai Kota hingga sekitarnya.
“Kami ingin memelopori agar setiap tanggal 19 ada kiriman bunga di Balai Kota sampai Oktober 2017 atau sampai berakhirnya masa tugas Pak Ahok dan Pak Djarot,” katanya.
Karangan bunga yang dikirim warga DKI Jakarta untuk pasangan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan wakilnya Djarot Saiful Hidayat membanjiri trotoar sepanjang Jalan Merdeka Selatan pada 26 April 2017 dengan pemberitaan yang viral di media sosial termasuk dijadikan ajang foto bagi masyarakat Jakarta yang melintas.

Pendukung Ahok-Djarot Rusak Karangan Bunga Bertuliskan “Oke Oce


Jakarta, VipBandarQ – Sebuah karangan bunga yang dikirim ke Balai Kota DKI Jakarta, sempat membuat para pendukung Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat heboh. Pasalnya, bukan karena bentuk atau ukurannya yang besar, melainkan pesan yang tepampang di karangan bunga tersebut.
Dalam karangan bunga itu yang dipantau Aktual.com di lokasi, Jumat (28/4), tertulis pesan “Move on dong coy! Ayo dukung Oke Oce”.
Pesan dari karangan bunga itu karena para pendukung pasangan Ahok-Djarot, belum bisa menerima jika Paslon Gubernur DKI itu kalah telak dari pasangan Anies Baswedan-Sandiaga Uno dalam Pilkada DKI putaran kedua beberapa waktu kemarin.

Tidak terima dengan pesan di karangan bunga tersebut, para pendukung Ahok-Djarot, langsung merusak dan mencopoti tulisan itu, hingga meninggalkan tulisan depannya saja “Move on dong coy!”, sedangkan kata selanjutnya diganti dengan sehelai spanduk kotak-kotak, yang sama dengan seragam kampanye Ahok-Djarot saat kampanye kemarin, dengan bertuliskan #MenolakMoveOn.
Karangan bunga Oke Oce dikirim oleh Topas TV. Topas TV merupakan salah satu perusahaan televisi berbayar. Perusahaan tersebut di bawah naungan Group Mayapada.
Jakarta, VipBandarQ – Sebuah Karangan bunga unik dan nyeleneh yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat di Balai Kota DKI Jakarta, menjadi sebuah tontonan yang menarik untuk para pengunjung yang berada di lokasi.
Namun, karangan bunga tersebut berbeda dengan karangan bunga pada umumnya. Karangan bunga itu justru hanya sebuah banner bergambarkan bintang serial komedia televisi dari Inggris Mr. Bean yaitu Rowan Atkinson, dengan ditambah tulisan tanpa ada sekuntum bunga yang menghiasinya.
Sementara itu, tak sedikit Warga yang ingin berfoto di depan karangan bunga tersebut, dari anak-anak hingga orang dewasa. Hingga saat ini, kondisi di area Balai Kota masih ramai dengan pengunjung yang terus berdatangan untuk dapat berfoto bareng dengan Ahok dan Djarot.
VipBandarQ

Friday, April 28, 2017

Cerita Malam Yang Menegangkan

Kisah Seram Dalam Lift


nama saya lusi. beberapa hari yang lalu saya dan teman2 saya sempat mengalami kisah seram di kampus. Hari itu saya dan kedua teman saya, eca dan nay kebetulan ada jadwal tutor dengan senior sekitar jam setengah 7 malam di lantai 3. Karna masih sepi dan kebetulan tutor belum datang dan juga sudah masuk waktu maghrib, jadi kami solat maghrib terlebih dahulu di mushola lantai 4. Setelah selesai solat, kami balik lagi ke lantai 3, tapi karna malas turun tangga jadi kami memutuskan untuk menggunakan lift. Ketika kami membuka lift, memang sudah ada orang, jumlahnya sekitar 2orang. Masing2 turun di lantai 4 dan 5

***Posisi kami setelah 2 orang tersebut turun itu saya berada di pojok kanan tepat di depan tombol lift, nay di tengah, dan eca di pojok kiri.***
Ketika orang terakhir turun di lantai 5 dan pintu lift mulai tertutup saya langsung menekan lantai 3, tapi tiba2 lift yang kita naiki menuju ke lantai 7, berarti di lantai 7 ada orang yang ingin menggunakan lift juga. Lantai 7, pintu lift pun terbuka. Saya melihat sekeliling, tidak ada seorang pun didepan lift. Suasana pun hening karena memang jam segitu sudah tidak ada lagi kelas yang digunakan untuk belajar. “nay!” panggil saya, sambil buru2 memegang tangannya yang ingin keluar lift, mungkin kira2 sudah satu satu langkah di depan lift, “oh iya lantai 7, kirain udah di lantai 3 si”. Kedua teman saya memang dari tadi asik ngobrol jadi tidak memerhatikan. Saya pun langsung menekan tombol untuk menutup pintu lift, namun tiba2 pintu lift tersebut terbuka kembali seperti ada orang yang ingin masuk dengan menekan open dari luar. Saya berusaha tenang dan mencoba untuk tidak panik.

Menuju lantai 6, tiba2 eca angkat bicara “kok perasaan gue tiba2 ga en..” “hust..” Kataku memperingatkan karena pada saat itu mereka belum ada firasat apa2. Namun mereka berdua saling tatap2an. Pintu lift pun terbuka kembali di lantai 6, namun kali ini suasana di lantai itu tidak begitu hening, saya samar2 mendengar suara bapak2 lagi ngobrol. “untung udah ada orang” kata eca. Saya kira yang dimaksud eca adalah suara bapak2 yang saya dengar tadi, namun mata eca seperti melihat ke suatu objek ketika berbicara seperti itu. Karena penasaran, saya pun sempat melihat ke sekitar namun tidak ada satu orang pun.

Selepas kejadian di dua lantai tersebut, pintu lift selalu terbuka di setiap lantainya. Untungnya lantai 5 dan lantai 4 masih sedikit ramai dan masih ada beberapa orang yang lalu lalang jadi kami mulai merasa sedikit tenang. Sampai di lantai 3, kami pun langsung saling cerita di depan kelas. “kenapa sih si? Ada apa??? Kok tadi hsstt-in eca?” “engga, tadi gue ngerasa gak enak aja, padahal gue udah pencet lantai 3 tiba2 lift naik ke lantai 7, dan pas di lantai 7 pintu liftnya juga sempet kebuka lagi. Padahal gue mencetnya close dan diluar ga ada siapa2 kan? Jadi siapa yg mencet open dari luar coba? Kalo gue ceritain, kalian jadi takut dan nanti malah ada yg nampakin” “oh iya yah, untung di lantai 6 eca sempet liat ada orang si” “oh bapak2 ya? Gue juga denger tapi ga liat ada bapak2” 

“bukan si, ada cewe depan tembok, ngadep ke lift” “ha? Cewe? Ga ada siapa2 ah ca” bantah nay tiba2. “ih, eca liat sendiri nay. 
cewenya pake kemeja putih, rambut di kuncir, pake celana, ngeliat ke kita. Makanya eca bilang untung ada orang” “ga ada caaaaa ga ada orang” bantah kami berdua.

Tiba2 kakak senior di sebelah kami yang tidak sengaja mendengar percakapan kami tadi angkat bicara, “hmm lantai 7? Pake lift sebelah kiri ya?” “iya” kata ku. Dia hanya mengangguk, “hmm pantesan, lain kali hati2 ya”.

Pengalaman Horor Saat Kecil

gue mau cerita pengalaman horor kecil gue. Gue itu dulu pernah tinggal di Kramat Jalan dan di situ angker min (namanya aja udah Kramat wkwk) nah, karena dulu ortu gue miskin, jadi nya gue sama ortu gue tinggal di rumah om gue. Di situ rumahnya udah dari beton (tapi rembes kuning kuning gitu) trus tangganya masih kayu, di bawah tangga ada tempat pompa air dan lantai di lantai dua nya juga masih kayu.
Nah, kira kira sekitar 1 minggu an gue di situ, kaga ada kejadian apa-apa. Seusai seminggu itu nih tapi kemudian pengalaman horor itu terjadi, gue yang waktu itu umur 3 tahun tiap maghrib suka nangis nangis, kalo dibawa keluar rumah itu gue biasa aja, tapi kalo di bawa masuk lagi, gue nangis lagi. Berhari-hari kayak gitu sampe tiba-tiba gue demam tinggi dan gabisa makan, ya, apa yang gue makan, pasti ke muntah gitu aja. Ortu bawa ke dokter dan ga sembuh sembuh, nyokap bilang dia udah pengen nangis sejadi jadinya abisnya muka gue sampe ijo gitu, dibawa kemana mana ga sembuh. Besoknya, pas jam 6 sore, nyokap denger suara benda jatoh dari arah kamar gue yang waktu itu gue emang lagi tidur sendirian.

Nyokap masuk kamar dan liat gue lagi berdiri trus mandang nyokap abis itu bilang, “dadah mama, dadah”, sambil lambai lambai tangan ke nyokap. Nyokap gue histeris langsung bawa gue keluar dari rumah, gue langsung di bawa ke orang pinter hari itu juga.


Nyokap cerita semua pengalaman horor, dia bilang pernah sempet liat penampakan juga di rumah itu. Cenayang itu langsung memutuskan buat pergi ke rumah itu. Abis di terawang sama dia, dia bilang, “rumah ini gaberes .. dulu ada orang tinggal di sini piara Jin, anak ceweknya dia waktu itu lagi hamil trus pas ngelahirin, meninggal, bayi nya juga .. terus orang ini akhirnya pindah dan Jin nya ga dia bawa”, nyokap gue merinding trus cenayang nya juga bilang, setan yang mau bawa gue adalah setan cewek yang meninggal itu, dia pengen gue gantiin anaknya. Lokasi kamar tempat cewek itu meninggal, pas di bawah tangga yang sekarang jadi tempat pompa air.


Cenayangnya suruh gue mandi air yang udah di kasih sesuatu sama dia, nyokap juga gatau apaan, gue di mandiin di luar rumah itu, di tempelin bawang putih di baju sama kantong baju. Cenayangnya bilang gue harus di bawa ngelewatin air laut (keluar pulau atau negeri) dan hari itu juga nyokap gue beli tiket pesawat ke kalimantan, ke rumah kakek nenek gue. Cenayangnya juga bilang gue gaboleh balik ke rumah itu lagi, dia ikhlas dan ga minta bayaran karna dia tau kondisi ekonomi keluarga gue dan beli tiket buat 2 orang aja duitnya udah pas pas an. Bokap stay di Jakarta karna emang masih harus kerja.


Gue balik ke Jakarta umur 6/7 tahun, gue sekolah disini, tinggal di rumah yang jauh dari lokasi rumah itu sampai sekarang. Gue gapernah balik lagi ke sana dan keluarga om gue juga udah pindah. Kalo aja nyokap gue telat bawa gue ke cenayang itu, mungkin aja gue udah gaada dan gabisa nyeritain hal ini, gue bersyukur dan berterima kasih sama cenayang itu walau sekarang gue gatau dia ada di mana.

Sister


Tap… tap… tap
Suara langkah kaki terdengar di ujung lorong kamar lantai dua, Inggrid dan saudarinya bersembunyi di balik selimut. Mereka saling berpeluk erat, tidak ada sesuatu apapun yang dapat memisahkan mereka. tidak juga keadaan malam itu, suara langkah kaki berat dari lorong meneror mereka berdua. “Kak, aku takut.” bisik Anggi dengan mimik ketakutan. Inggris menggenggam tangan Anggi yang berkeringat, “tenang aja, selama kita gak bersuara dia gak akan tau kita di sini.” jawab Inggrid.
“Gimana kalo dia udah tahu kita di sini?” Anggi menelan ludah.
Inggrid mencengkeram wajah Anggi, matanya tajam menatam saudari kembarnya. “Jangan ngomong gitu, pokoknya dia gak tahu dan kita aman di sini.”
Anggi masih ingin membantah kakaknya, tetapi ia sadar itu tidak akan membantu di dalam situasi yang sedang mereka hadapi.
Suara langkah kaki di luar mulai menjauh, kini hanya sayup-sayup terdengar. “kira-kira Ayah dan Ibu tahu keberadaan orang itu gak, kak?” tanya Anggi lagi. “pasti tahu, dan mungkin sekarang mereka sedang memanggil polisi.” Inggrid menjawab cepat.
di dalam selimut yang rapat mereka masih dapat merasakan udara malam yang dingin, bagi mereka, tidak ada yang lebih menyeramkan dari sendirian tanpa orang tua di tengah malam ketika orang asing mondar-mandir di lorong.
“Gimana kalo orang itu perampok, Kak?” kata Anggi setengah menangis. “Terus dia sudah membunuh Ayah dan Ibu.”
Inggrid menaruh wajah Anggi di dadanya, ia membelai rambut saudarinya. “Jangan berpikir macam-macam, Ayah dan Ibu pasti cepat menyadari kehadiran orang asing di rumah. Sebentar lagi orang itu akan tertangkap.”
Anggi diam, Inggrid melihat ketidakpuasan di wajah adiknya. Percuma baginya untuk menyakinkan Anggi jika sesungguhnya ia pun ketakutan, di dalam hatinya ia pun berdoa agar orangtuanya masih hidup. “Baiklah, kamu tinggal di sini dulu. Kakak akan turun dan melihat keadaan Ayah dan Ibu sekaligus mencari bantuan.”
Anggi menarik tubuh Kakaknya, “jangan, kak. Nanti kalo sesuatu terjadi sama Kakak gimana?”
Inggrid tersenyum, “gak akan terjadi apa-apa sama Kakak, kamu tenang aja. pokoknya tunggu di sini, jangan ke mana-mana dan jangan buka pintu selain untuk Kakak.”
keraguan menyala di mata Anggi, tetapi ia tahu bahwa tidak ada pilihan untuk mereka berdua. menunggu di dalam kamar sampai orang itu datang dan membunuh mereka atau mencoba mencari bantuan. perlahan-lahan Anggi melepaskan Kakaknya, itu adalah satu-satunya hal yang dapat ia lakukan. “Kakak hati-hati, ya. Aku sayang Kakak.” ujar Anggi.
“Kakak juga sayang sama kamu,” balas Inggrid. “Pokoknya kamu harus inget pesan Kakak, jangan bukain pintu kalo itu bukan Kakak. oke?”
Anggi mengangguk pelan, mereka saling berpandangan sebelum tangan Inggrid menyibak selimut yang menutupi mereka berdua. Inggrid beranjak dari tempat tidur, ia mengendap-endap menuju pintu. ia menempelkan telinga di atas pintu, suara langkah kaki itu sudah benar-benar menghilang. berarti keadaan aman untuknya, entah sampai kapan. ia harus bergerak cepat sebelum sosok itu kembali, tangan mungil Inggris meraih knop pintu dan hati-hati membukanya.
dari pintu yang tidak sepenuhnya terbuka, kepala Inggrid menyembul keluar. matanya menyisir lorong dalam gelap, tidak ada siapa-siapa di sana. sebelum keluar ia menoleh untuk yang terakhir kalinya ke Anggi yang duduk dengan tampang cemas di atas tempat tidur, ia berlari kecil dari pintu kamar hingga menuruni anak tangga. langkahnya terhenti ketika ia mendengar suara langkah kaki tepat di belakangnya, jantungnya berdegup kencang saja nyaris berhenti. sosok itu kini di belakangnya, menghunuskan pisau dan siap menikam Inggrid dari belakang hingga ia mati kehabisan darah.
Inggrid menahan napas dan menoleh dengan satu gerakan cepat, peluh di dahinya sampai terlempar jauh.
napas Inggrid berhenti, ia tercekat.
tidak ada siapa-siapa di belakangnya, tidak ada pembunuh yang menikamnya. otot wajah Inggrid mengendur, pasti suara langkah itu berasal dari kepalanya sendiri. hal yang paling menyebalkan dari berada di rumah yang lengang adalah pikirannya sendiri mulai lihai menipunya, apa saja isi kepalanya terasa nyata.
Inggrid melanjutkan langkahnya hingga ke anak tangga terakhir, masih tidak ada tanda-tanda kehadiran sosok misterius itu. jarak dari tangga menuju kamar orangtuanya hanya sekitar dua puluh langkah, ia harus mengambil dua puluh langkah itu untuk dapat memperingatkan orangtuanya akan marabahaya yang singgah ke rumah mereka.
dua puluh langkah itu adalah kunci kebebasan untuknya dan Anggi, ia mengumpulkan sisa keberaniannya yang berserakan lalu menyusunnya. ancang-ancang diambilnya sebelum berlari ke kamar orangtuanya, Inggrid melesat ke kamar orangtuanya.
“Jangan buka pintunya,” sebuah suara memperingatkan.
Inggrid berhenti dan menoleh, hampir saja ia menjerit karena terkejut. sosok perempuan berdiri tidak jauh dari dirinya, perempuan berwajah muram itu menatapnya dengan mata berkaca-kaca. tunggu dulu, Inggrid mengenal perempuan berwajah sendu itu. namanya Nilam, dia gadis yang tinggal di rumah sebelah.
Nila juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Inggrid, ia adalah kakak kelas Inggrid.
“apa maksudmu?”
“tolong jangan buka pintu itu, kamu gak boleh melakukan itu.” Nila berkata setengah memohon.
“ada perampok di rumah ini, aku harus memperingatkan orangtuaku. lebih baik kamu membantuku, keluar dan telpon polisi.” suara Inggrid meninggi.
“tidak ada gunanya semua sudah berakhir.” ujar Nila tenang.
Inggrid geram, bagaimana Nila bisa terlihat tenang di dalam keadaan genting seperti itu. ia dan Anggi bisa saja terbunuh jika ia tidak cepat mencari bantuan.
“kamu gak ngerti, semua ini sudah berakhir. tolong jangan buat keadaan bertambah buruk untukmu dan Adikmu.” Nila maju perlahan mencoba meraih Inggrid.
Inggrid tetap bersikeras dengan niatnya, ia mundur selangkah ketika Nila sudah mulai dekat.
“Jangan-jangan langkah kaki itu adalah langkah kaki kamu,” tuding Inggrid.
“Kamu pasti mau melakukan hal buruk sama keluargaku!”
sebelumnya Inggrid memang kerap mendengar tetangganya yang lain menggunjingkan Nila, mereka bilang Nila punya kelainan. Nila adalah anak yang aneh, jangan-jangan ternyata Nila mengidap sakit jiwa dan hendak membunuh ia dan keluarganya.
genggaman tangan Inggris mengeras, ia menyambar lampu hias yang terpasang di dinding lalu membenturkan lampu itu ke tembok hingga penutup kacanya hancur berantakan. ia mengambil potongan kaca paling besar dari lantai, digenggamnya potongan kaca itu sebagai senjata melawan Nila.
“Kamu pasti sudah membunuh kedua orangtuaku dengan sadis dan kini kamu mengincarku dan Anggi.” Inggrid mengacungkan potongan kaca kepada Nila.
“tolong, aku bisa menjelaskannya.” gumam Nila, langkahnya terhenti.
diam-diam tangan Inggrid membuka knop pintu, dan ia melangkah masuk. sebuah cahaya putih menyilaukan matanya, Inggrid melindungi matanya dengan tangan.
sedikit demi sedikit cahaya itu meredup, Inggrid melepaskan tangannya. tidak ada suara yang terdengar di dalam mulutnya, bibirnya terkunci rapat oleh kengerian.
di atas tempat tidur orangtuanya yang besar terbaring Ayah dan Ibunya, tubuh mereka kaku. mata mereka tertutup layaknya tengah tertidur lelap, piyama yang mereka gunakan tampak rapi. di antara tubuh mereka berdua terbaring dua tubuh lagi, dua orang anak gadis belia berwajah pucat dan kelopak mata tertutup rapat. seperti tertidur.
Inggrid mudur pelan-pelan, napasnya putus-putus. antara hidup dan mati.
darah segar mengalir dari sela-sela jari tangannya, sampai akhirnya potongan kaca itu terlepas dari genggamannya.
ia melewati ambang pintu, di belakangnya Nila berdiri kaku.
Inggrid masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, namun ketika ia melihat lampu yang ia hancurkan masih utuh di tempatnya, ia sadar semua ini nyata.
“setelah ayahmu meracuni Ibu, adikmu, dan kamu sendiri ia naik ke atas untuk memebereskan barang-barang pribadimu. ia menuliskan sebuah pesan untuk adiknya agar merawat barang-barang milik kalian.”
langkah kaki yang aku dengar adalah langkah kaki ayahku sendiri, dan aku tidak ingat bahwa aku pernah masuk ke dalam kamar untuk tidur. yang aku ingat hanyalah aku dan Anggi mendengar suara langkah kaki itu.
“aku mencoba memperingatkanmu, tetapi kamu tidak mau mendengarkan,”
“apa yang kamu dan adikmu alami sudah cukup menyakitkan, aku tidak ingin kalian lebih tersiksa.” suara Nila mulai parau.
“tetangga sekitar sini sering membicarakanmu karena kemampuanmu yang dapat melihat orang-orang yang sudah mati, kan?”
Nila terseyum masam, “kelebihan yang tak seorang pun inginkan.”
“Dengar, aku datang untuk menolong. akan kuurus jenazahmu dan keluargamu, sekarang kamu pergilah. temani adikmu.”
Inggrid meninggalkan Nila dengan sebuah senyuman yang paling memilukan yang pernah Nila lihat.
tidak terhitung lagi berapa tragedi semacam ini yang Nila saksikan, tidak jarang tragedi itu menghantuinya selama berhari-hari.
Nila memerhatikan Inggrid naik ke lantai dua dengan langkah ringan, setetes air mata terjun bebas dari kelopak matanya.
“Gimana, kak? Ayah dan Ibu baik-baik saja?” Anggi melompat dari atas tempat tidur begitu melihat Inggrid muncul dari balik pintu. Inggrid tidak langsung menjawab, ia melangkah pelan menuju Anggi dengan senyum yang tak pernah lepas dari wajahnya.
Inggrid duduk di tepi tempat tidur dan memeluk Anggi, tangannya membelai kening Anggi lembut.
“Ayah dan Ibu baik-baik saja, dan perampok di rumah kita sudah ditangkap polisi. sekarang kita aman, kamu gak usah takut lagi.” Inggrid berkata, matanya menatap lurus.
ketakutan Anggi lenyap begitu saja, napasnya kini terasa enteng.
“syukurlah, Kak.”
“aku sayang kakak,” Anggi membenamkan wajahnya ke dalam dada Inggrid.
“Kakak juga sayang sama kamu.” jawab Inggrid, suaranya hampir tak terdengar.
bola mata Inggrid berkaca-kaca ketika melihat sekelilingnya mulai pudar.
VipBandarQ

Bermain Tetris Ternyata Ampuh Atasi Kecemasan

AgenVipBandarQ , Jakarta - Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai seperti yoga, menulis, menari, atau bahkan bermain catur, dunia ...