Tuesday, April 25, 2017

BERITA GEMBIRA UNTUK PARA PENDUKUNG AHOK,ANIES MAKIN GETAR GETIR..!! MEGAWATI LEGA PAGI INI JAKSA AGUNG BEBASKAN SEMUA TUNTUTAN AHOK..??? MEGAWATI;AHOK MEMENG TAK PANTAS JADI TERSANGKA.AHOK ADALAH CALON PEMIMPIN YANG BARU...!!!


kalau saya katakan ada transformasi (perubahan) yang cukup signifikan dari pembawaan dan karakter Ahok. Before, dia berwatak keras, tidak takut ribut-ribut, dan ceplas-ceplos. After, pembawaannya lebih kalem, lebih tenang, membalas pun tidak lagi emosian, tapi menggunakan pendekatan yang lebih cerdas meskipun kadang menohok juga.

Sebuah pelajaran yang takkan pernah dilupakan oleh Ahok bahkan saya sendiri kalau itu benar-benar terjadi pada saya juga. Berawal dari ucapan soal Al-Maidah yang sebenarnya tidak dia niatkan, tapi digoreng dengan minyak super panas. Hasilnya tampak jelas dari perubahan terhadap karakternya.

Pada peresmian kantor DPP Banteng Muda Indonesia di Jakarta Pusat, Megawati turut hadir dan memberikan sepatah dua patah kata. Dia menceritakan bagaimana dulu menasihati Ahok agar tidak banyak bicara. Saya juga masih ingat, ketika Megawati melarang Ahok banyak bicara, irit bicara atau bahkan tidak perlu bicara jika tidak penting. Ini dikarenakan, sejak kasus Al-Maidah, ucapan Ahok selalu dicaril lubang celahnya untuk digoreng, dipelintir dan didramatisir. Kondisi politik yang saat itu sedang panas, sangat tidak menguntungkan Ahok. Sedikit saja silap, hilang tuh barang.


“Jadi saya tuh sempat bilang ke Pak Ahok, ‘sudahlah jangan cerewet karena sekarang kamu itu kena (sorot kamera) TV terus’,” kata Megawati. Saat Ahok meminta nasihat mengenai apa yang harus dilakukannya, Megawati menyarankan agar dia bertutur kata lebih sopan. “Saya bilang, jadi kamu ‘kulo nuwun’. Terus kalau mau ngomong, ya minta maaf, minta maaf terus. Maaf ya, maaf ya, nuwun sewu ya, nuwun sewu ya,” tambah Megawati.

Dan pada akhirnya, sebagai kesimpulan, Megawati mengaku puas dan senang melihat perubahan Ahok saat melihat Ahok waktu debat beberapa hari lalu. Saya juga setuju, karena tampak jelas Ahok dapat mengendalikan emosinya, tidak seperti toko sebelah yang tiba-tiba berubah jadi tajam, suka menyerang dan saking emosinya malah ingin memberhentikan Ahok. Mungkin toko sebelah lebih stres lagi ketika mendapati ternyata Ahok tidak terpancing emosi. Ahok malah membalasnya dengan sebuah jawaban yang cerdas namun menyentil. Sakit sedikit tapi bikin lawan tak berkutik.


“Saya kira kalau mau pecat saya bukan tergantung Pak Anies sih, tapi tergantung warga Jakarta. Kontrak saya sampai Oktober 2017. Dalam hal ini, saya memang anak buahnya Pak Anies karena saya pelayan warga Jakarta. Jadi kalau mau pecat saya, bukan sebagai calon gubernur tapi sebagai warga DKI,” kata Ahok membalas nyinyiran Anies yang ngawur bak orang baru bangun.

Sejak kasus yang menimpa Ahok, saya yakin banyak yang berusaha mengambil kesempatan dengan memanfaatkan kelemahan Ahok. Mulut Ahok terus dipantau, ditunggu momen yang pas untuk dijadikan sasaran tembak. Lawan yang tidak bisa beradu program secara jantan, pasti menggunakan cara ini untuk menjegal dan mengalahkannya. Apalagi diyakini kasus tersebut membuat elektabilitas Ahok anjlok beberapa waktu lalu. Jadi wajar kalau mereka ingin memanfaatkan peluang lain dari penyakit keseleo lidah Ahok.

Tapi sayang, Ahok sudah kalem, tidak lagi emosian seperti dulu. Dia tidak lagi menggunakan cara frontal, tapi lebih lunak dengan pendekatan logis dan masuk akal. Sulit untuk membungkam Ahok lewat ucapannya, sehingga lawan pun ketar-ketir. Kelabakan karena tidak tahu harus menyerang dari mana. Mau adu gagasan? Sulit sepertinya. Mungkin ini pula sebabnya mengapa black campaign begitu masif dan lebih besar skalanya. Spanduk-spanduk provokatif adalah salah satunya. Saking putus asanya, berbagai cara pun dilakukan, tidak peduli apakah itu etis atau merusak semangat demokrasi itu sekali pun.

Lawan pun makin ketar-ketir karena tugas Ahok yang tukang semprot telah digantikan dengan Djarot. Meski tidak sekeras Ahok, Djarot dalam beberapa kesempatan cukup membuat lawan bereaksi, bahkan mati kutu. “Paling gampang itu kan memang program KJP dikasih plus jadi KJP plus. Nanti program KJL dikasih plus jadi KJL plus,” kata Djarot ketika ditanya mengenai Kartu Jakarta Lansia (KJL) yang dituding kubu Anies-Sandi meniru programnya.


Hayo, mau serang dengan cara apa lagi ini? Ahok sudah kalem, tidak bisa lagi dipancing emosinya. Djarot yang gantikan menyerang tapi lawan sulit menyerang Djarot karena muslim. Alhasil, lawan pun kelimpungan.

VipBandarQ

No comments:

Post a Comment

Bermain Tetris Ternyata Ampuh Atasi Kecemasan

AgenVipBandarQ , Jakarta - Ketika Anda melakukan sesuatu yang Anda sukai seperti yoga, menulis, menari, atau bahkan bermain catur, dunia ...